Favourite Quote

Jalesveva Jayamahe... Di Laut Kita Jaya... Program Studi Ilmu Kelautan UNPAD

Jumat, 29 April 2011

Generasi Sekarang Harus Melanjutkan Kejayaan Nenek Moyang Kita Sebagai Pelaut


Perjalanan Jelajah Nusantara yang selama ini terekam dari masa ke masa, dapat diputar kembali berdasarkan dimensi spasial dan temporal atau waktu. Tidak sedikit hasil dari penjelajahan itu didapat dari perairan Indonesia sejak ratus tahun yang lalu. Temuan dari petualangan itu, telah menjadi hasil pengetahuan yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia dan dunia. Ditambah dengan pengalaman pada masa sekarang, sejarah panjang itu bisa jadi modal untuk menyiapkan masa depan.
Anugerah Nontji ketika memberi ceramah ilmiah di FPIK Unpad (Foto: Malikkul Shaleh)*
“Semoga dengan diadakannya ceramah ilmiah ini dapat menambah wawasan kita semua tentang potensi laut nusantara kita ini, sehingga kita mengerti dan nantinya bisa memanfaatkannya,” ujar Pembantu Dekan Bagian Kemahasiswaan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Drs. Herman Hamdani, M.Si dalam sambutannya sebelum akhirnya membuka acara Ceramah Ilmiah bertemakan “Bersama Anugerah Nontji Jelajahi Laut Nusantara” yang diadakan di Aula Dekanat Lt.3 FPIK Unpad, Kampus Jatinangor, Jln. Raya Bandung-Sumedang KM 21, Sabtu (16/04). Hadir sebagai pembicara tunggal dalam acara tersebut, Ahli Peneliti Utama Pusat Penelitian Oseanografi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr. Anugerah Nontji.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Keprofesian Mahasiswa Ilmu Kelautan (LK Mahaika) FPIK Unpad dalam rangka Tribute to Iwan Herdiawan yang merupakan penginisiasi jurusan Ilmu Kelautan di FPIK Unpad dan sekaligus menjadi perayaan anniversary “1 Tahun Indentitas Bersama 1 LK Mahaika” bagi lembaga yang pada April 2010 diresmikan tersebut. Selain itu terdapat juga acara Silaturahmi Antar Himpunan Se-Unpad bertajuk “Langkah Bersama Unpad Satu”.
“Harapannya melalui lembaga ini, bisa menjembatani dunia keprofesian kelautan yang sekarang belum terbuka lebar serta ikut ambil bagian dalam pembangunan,” komentar Ketua LK Mahaika, Abdul Malik Firdaus.
Dalam pemaparannya, Anugerah Nontji menceritakan tentang bagaimana para pelaut nusantara sejak zaman kerajaan telah menjelajahi samudera hingga India, China bahkan sampai benua Afrika dalam hal pedagangan. Namun baru sekitar diabad ke-17 perhatian jelajah nusantara diarahkan kepada kegiatan ilmiah. Temuan pada penjelajah asing di perairan nusantara, membuktikan kekayaan laut Indonesia yang melimpah. Sebut saja karya besar Pieter Bleeker,“Atlas Ichtyologiqeu” (1862-1878)  yang karena temuannya itu, dia disebut-sebut sebagai ahli ichthyologi sepanjang masa. Atau Ekspedisi Challenger (1872-1876) oleh peneliti Inggris yang dilakukan di perairan timur Indonesia. Hasil temuan mereka telah menjadi dasar dari oseanografi modern.
“Rentang abad 17 sampai dengan 19, perhatian ilmiah ke perairan nusantara mulai menampakkan kebangkitannya. Hal ini terlihat dari beberapa bukti sejarah dan temuan-temuan mereka selama masa itu,” tutur Anugerah
Penulis buku “The Ecology of Indonesian Seas” itu melanjutkan bahwa baru pada periode tahun 1950 sampai 1980-an, kekuatan nasional menunjukkan kebangkitan dalam penelitian oseanografi. Hal ini mewarnai perkembangan dan percepatan dari oseanografi modern menuju era digital dalam kurun kurang 30 tahun hingga sekarang. Peneliti oseanografi pertama di Indonesia yaitu R.E Soeriaatmadja, berhasil memetakan sebaran salinitas menurut musim di perairan nusantara (1950-1954). Atau ahli geologi asal Unpad, Prof. George Adrian De Neve yang mengikuti Ekspedisi Baruna yaitu penelitian skala nasional pertama di Indonesia pada tahun 1964.
“Jadi Unpad juga memberikan sumbangsihnya terhadap kemajuan oseanografi di Indonesia melalui ilmuannya pada waktu itu adalah Prof. George Adrian De Neve,” tambahnya.
Dalam pesan singkatnya, Anugerah Nontji mengatakan bahwa memasuki era digital sekarang, merupakan tantangan bagi oseanografi Indonesia. Banyak yang harus ditingkatkan antara lain penguatan lembaga riset kelautan, sumber daya manusia, serta organisasi keprofesian. Dirinya juga menegaskan bahwa kejayaan masa depan bidang kelautan akan sangat ditentukan oleh kepedulian dari generasi masa kini.
“Selama ini hanya gembar-gembornya saja yang terdengar, tapi itu hanya omong doang. Kalian (mahasiswa) harus bisa vokal dalam menyuarakan perubahan. Masa depan ini ada tangan kalian,” pungkasnya.  (eh)*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar